5+ Perbedaan Digital Marketing Dengan Traditional Marketing, Mana Yang Paling Tepat Untuk Bisnis Kamu?

Membahas Perbedaan Digital Marketing Dengan Traditional Marketing, Paling Komplit !!.
Perbedaan Digital Marketing Dengan Traditional Marketing
Eksploitech ~ 5+ Perbedaan Digital Marketing Dengan Traditional Marketing, Mana Yang Paling Tepat Untuk Bisnis Kamu? - Ketika sedang menghadapi pilihan untuk melakukan pemasaran produk, Tentunya kamu mencari Medium terbaik supaya metode yang digunakan bisa mengenai target dengan pas. Mulai dengan pemasangan iklan di billboard, koran, radio, dan Televisi pun dicoba demi menggapai sasaran target pasar sebanyak-banyaknya.

Namun, Saat ini timbul sebutan pemasaran baru bernama digital marketing atau yang sering disebut sebagai pemasaran digital, sehingga metode marketing yang tidak dilakukan secara online dijuluki sebagai traditional marketing. Berikut ini merupakan perbedaan keduanya.

Digital Marketing

Perbedaan Digital Marketing Dengan Traditional Marketing
Digital marketing ataupun pemasaran digital adalah usaha pemasaran produk lewat jaringan internet (online). Seiring dengan berkembangnya teknologi, Saat ini banyak perusahaan yang memakai Digital Marketing sebagai strategi yang digunakan untuk memasarkan produk mereka. Beberapa contoh metode digital marketing adalah web, media sosial, online advertising, dan email marketing.

Pemasaran produk lewat digital marketing lebih bersifat personal sebab iklan ataupun pesan yang dipasarkan langsung mengenai sasaran target yang telah ditetapkan, Yakni para pengguna internet. Tidak hanya itu, Pemasar juga dapat lebih gampang menghitung seberapa akurat media yang digunakan dalam memasarkan produk. Kelebihan lainnya dari digital marketing ialah bayaran yang lebih terjangkau, Contohnya Facebook yang menawarkan CPM (Cost Per Thousand Impressions) paling murah pada totalitas iklan.

Tetapi, Ada beberapa kekurangan yang dimiliki digital marketing. Pertama saat hendak melakukan Digital marketing sasaran pasar haruslah orang-orang yang melek teknologi dan aktif di media sosial, karena bila mereka tidak memakai teknologi, produk yang diiklankan juga jadi percuma.

Di samping itu, sebagian pengguna internet umumnya merasa terganggu dengan kemunculan iklan dikala mereka lagi mengakses media sosial semacam YouTube, oleh sebab itu, buatlah iklan yang menarik serta engaging, semacam iklan YouTube kepunyaan Gojek ataupun media sosial kepunyaan Netflix yang merilis konten- konten candaan serial ataupun film yang tayang di Netflix.

Traditional Marketing

Perbedaan Digital Marketing Dengan Traditional Marketing
Seperti namanya, metode marketing ini memakai cara- cara “tradisional” yang umumnya memakai media cetak semacam billboard, banner, flyer, ataupun koran. Seiring dengan pekembangan zaman, traditional marketing mulai memasuki ke dunia elektronik, semacam radio dan Televisi. Walaupun diucap tradisional, tetapi traditional marketing tidak selalu memakai cara yang bertele-tele dan tidak efisien.

Beberapa kelebihan dari Traditional Marketing ialah cakupan sasaran yang luas dan gampang dimengerti audiens, tidak semacam digital marketing yang kadangkala membingungkan para pengguna baru di internet sebab seringkali timbul dalam wujud pop-up.

Namun, Beberapa kekurangan traditional marketing yang membuat digital marketing jadi lebih unggul ialah sasaran target yang tidak bisa dituju secara personal, karena iklan yang ditampilkan bisa dilihat oleh seluruh orang, semacam billboard atau koran.

Lalu ketidakmampuan untuk melakukan interaksi langsung dengan target audiens pula jadi kendala, sebab tidak semacam digital marketing yang dapat memperkenalkan chatbot di web ataupun admin yang mengurus account media sosial, iklan yang disiarkan di media cetak ataupun elektronik hanya mengantarkan pesan searah yang tidak bisa direspon langsung oleh audiens

Ditambah lagi, bayaran yang dikeluarkan pula bisa jadi jauh lebih besar dibandingkan dengan digital marketing, terlebih bila harus mencetak flyer, billboard, dan banner, ataupun memasang iklan di media massa.

Dibawah ini terdapat beberapa aspek yang bisa jadi bahan pertimbangan dalam memilah metode yang digunakan untuk melaksanakan pemasaran produk:

Produk yang dipasarkan

Nah sebelum mulai melakukan pemasaran, kamu wajib pahami dahulu produk apa yang hendak dipasarkan. Perkirakan bagaimana nantinya produk itu hendak dipasarkan. Setelah itu baru tentukan ke mana arah pemasaran produkmu.

Sasaran pasar

Sesudah menguasai produk yang hendak dipasarkan, kamu pula wajib menguasai sasaran pasar produkmu. Tentukan demografi calon konsumen produk yang hendak dipasarkan. Gunakanlah metode traditional marketing bila sasaran pasarmu adalah lansia yang memerlukan popok celana, misalnya dengan memasang iklan di program Televisi yang ditonton oleh lansia.

Budget

Jalani perhitungan untuk memastikan media apa yang sangat efisien dalam melaksanakan pemasaran. Umumnya, memasarkan produk dengan memakai metode traditional marketing memakan lebih banyak bayaran, sebab zona penayangan iklan semacam koran ataupun billboard cuma ada dalam jumlah terbatas sehingga tidak banyak produk yang bisa dipasarkan.

Psikologi konsumen

Aspek yang satu ini umumnya lebih diterapkan di dunia digital yang hanya bisa diakses memakai internet. Alasannya, psikologi konsumen semacam hobi, kebiasaan, ataupun preferensi gaya hidup hanya bisa dikenal bila pemasar memiliki akses internet dan media sosial. Tetapi setidaknya kamu harus menguasai dasar psikologi konsumen, semacam anak-anak muda yang umumnya memakai Instagram, Twitter, YouTube, ataupun Tumblr dan para pebisnis yang memakai LinkedIn untuk menampilkan citra handal mereka.

Kesimpulan

Perbedaan Digital Marketing Dengan Traditional Marketing
Baik digital marketing ataupun traditional marketing keduanya memiliki kelebihan serta kekurangannya masing-masing, Tergantung apa yang dibutuhkan. Bila kamu mau melaksanakan pemasaran yang bisa berhubungan langsung dengan audiens ataupun calon konsumen, pakailah metode digital marketing, website dan media sosial adalah 2 cara yang dianjurkan.
Kamu pula dapat menggunakan chatbot dalam web supaya para pengunjung dapat mengirim pertanyaan yang berkenaan dengan web ataupun produkmu.
Nah, bila sasaran pasarmu merupakan orang- orang yang tidak berhubungan langsung dengan internet dan media sosial, traditional marketing merupakan pilihan yang tepat. Luasnya cakupan daerah serta kemudahan untuk mengakses data yang di informasikan menjadi alasan mengapa kamu wajib memilih metode ini. Jangan lupa pakailah bahasa dan metode penyampaian yang simpel supaya pesan yang di informasikan bisa di cerna dengan baik oleh audiens. Terakhir, pertimbangkan setiap aspek yang mempengaruhi untuk memastikan metode marketing yang hendak dipilih.